Wall Street Ditutup Naik Setelah Pertemuan Federal Reserve

0
70

Kamis, 1 Febuari 2018

New York (infobisnis.co.id) – Saham-saham Wall Street diperdagangkan lebih tinggi pada Rabu (Kamis pagi WIB), “rebound” dari aksi jual dua hari, karena laporan laba perusahaan-perusahaan terus mengalahkan ekspektasi pasar.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 72,50 poin atau 0,28 persen menjadi berakhir di 26.149,39 poin. Indeks S&P 500 meningkat 1,38 poin atau 0,05 persen menjadi ditutup di 2.823,81 poin. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 9,00 poin atau 0,12 persen menjadi berakhir di 7.411,48 poin.

Musim laporan laba perusahaan-perusahaan sejauh ini positif. Dari perusahaan-perusahaan komponen S&P 500 yang telah melaporkan kinerja keuangannya hingga Selasa (30/1) pagi, 80 persen telah membukukan laba yang lebih baik dari perkiraan, sementara 81 persen membukukan pendapatan yang mengalahkan perkiraan, menurut Thomson Reuters.

Saham Boeing meningkat 4,95 persen menjadi 354,41 dolar AS per saham, setelah perusahaan tersebut melaporkan hasil kuartal keempat yang kuat. Raksasa kedirgantaraan tersebut melaporkan pendapatan kuartal keempat sebesar 25,37 miliar dolar AS, lebih tinggi dari perkiraan 24,69 miliar dolar AS.

Di sektor ekonomi, sektor swasta menambahkan 232.000 lapangan pekerjaan dari Desember ke Januari, disesuaikan secara musiman, menurut Laporan Ketenagakerjaan Nasional yang dikeluarkan oleh ADP Research Institute pada Rabu (31/1).

Angka ADP secara luas dilihat sebagai indikator awal untuk laporan penggajian non pertanian atau “non-farm payrolls” yang akan dirilis pada Jumat (2/2).

Federal Reserve AS pada Rabu (31/1) mempertahankan target suku bunga acuan tidak berubah pada 1,25 sampai 1,5 persen setelah pertemuan dua hari, sementara memberikan penilaian positif terhadap pertumbuhan ekonomi AS baru-baru ini.

“Kenaikan dalam lapangan pekerjaan, pengeluaran rumah tangga, dan bisnis investasi tetap telah menguat, serta tingkat pengangguran tetap rendah,” Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), komite pembuat kebijakan the Fed, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

The Fed juga memperkirakan inflasi AS pada basis 12 bulan “bergerak naik tahun ini dan menjadi stabil” di sekitar target bank sentral 2,0 persen dalam jangka menengah, demikian Xinhua. (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here