Persediaan Beras Timika Cukup Hingga Empat Bulan

0
29

Senin, 22 Januari 2018

Timika (infobisnis.co.id) – Manajemen Kantor Seksi Logistik (Bulog) Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, mengatakan persediaan beras di gudang masih cukup untuk kebutuhan hingga empat bulan ke depan.

Kepala Kantor Seksi Logistik Timika Sulaimi di Timika, Minggu, mengatakan stok beras yang ada di gudang bulog Timika kini sebanyak 1.321 ton.

Namun masih terdapat sisa stok di Pelabuhan Paumako Timika sebanyak 1.500 ton dan 1.000 ton lagi sedang dikapalkan dari Surabaya.

“Kalau termasuk di Pelabuhan Paumako dan dan dalam perjalanan dari Jawa, maka stok yang ada cukup aman untuk kebutuhan empat bulan ke depan,” jelas Sulaimi.

Ia mengatakan kebutuhan beras medium di wilayah Timika dan sekitarnya setiap bulan sekitar 600-700 ton untuk kebutuhan golongan anggaran yaitu Aparatur Sipil Negara dan anggota TNI-Polri.

Selain itu, juga untuk mendukung program bantuan subsidi beras untuk masyarakat prasejahtera (rastra).

Menyangkut distribusi bansos rastra 2018 di Kabupaten Mimika dan Kabupaten Puncak, Sulaimi mengatakan hingga kini jajarannya masih menunggu tindak lanjut kegiatan sosialisasi oleh Dinas Sosial dari kedua kabupaten itu.

Sesuai data Kementerian Sosial, jumlah Keluarga Penerima Manfaat/KPM Bansos Rastra di Mimika tahun 2018 mengalami penurunan signifikan dari tahun-tahun sebelumnya.

Tahun ini jumlah penerima Bansos Rastra di Mimika sebanyak 16.642 KPM, sementara pada 2017 jumlah penerima Rastra di Mimika sebanyak 20.606 KPM.

Adapun di Kabupaten Puncak, penerima Bansos Rastra justru meningkat yaitu sebanyak 20.567 KPM dari sebelumnya sebanyak 7.108 KPM.

“Data itu kami terima langsung dari Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial Pemkab Mimika,” ujar Sulaimi.

Sulaimi mengatakan terdapat perbedaan program Bansos Rastra pada 2018 dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Tahun ini, KPM tidak membayar biaya tebus rastra dan alokasinya dikurangi dari 15 kg per bulan menjadi 10 kg per bulan.

Tahun-tahun sebelumnya, KPM rastra juga harus membayar biaya tebus Rp1.500 per kilogram.

“Sekarang gratis, tapi alokasinya dikurangi. Ini juga ada tahap-tahapannya. Sekarang yang akan disalurkan hanya sampai bulan Mei, untuk selanjutnya kami belum mendapatkan petunjuk dari Kementerian Sosial,” jelas Sulaimi. (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here