Lima BUMN Akan Tampilkan Teknik Pengelasan Terbaik

0
287

Kamis, 7 Desember 2017

Jakarta (infobisnis.co.id) – Ikatan Teknik Pengelasan Indonesia (ITPI) menyelenggarakan “The First Professional Welder Contest BUMN 2017” yang akan memamerkan teknik pengelasan terbaik dari lima perusahaan BUMN.

Presiden ITPI atau Indonesian Welding Engineering Society (IWES) Manara Lodewijk mengatakan kelima perusahaan BUMN tersebut, yakni PT Pindad, PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP), PT Dirgantara Indonesia, GMF AeroAsia dan PT Wijaya Karya (Wika).

“Mereka akan memperagakan bagaimana mengelas sesuai ciri khas BUMN masing-masing dan akan melakukan inspeksi apakah yang sudah dilas sudah baik atau belum,” kata Manara pada pembukaan Pamerindo di Ji-Expo Kemayoran, Jakarta, Rabu.

Manara menjelaskan Pameran “Welder Contest BUMN” ini merupakan kali pertama digelar di Indonesia dan berlangsung pada 6-9 Desember 2017 sebagai rangkaian pameran manufaktur Pamerindo.

Kontes Teknik Pengelasan yang ditampilkan kelima BUMN dilakukan secara bertahap, yakni mulai dari persiapan material, dokumentasi dan sertifikat dari juru las, inspektor dan insinyur, sampai memperagakan teknik pengelasan dari masing-masing perusahaan.

Ia memaparkan tujuan dari kontes ini guna menginformasikan kepada seluruh peserta dan akademisi, baik tingkat SMK maupun vokasi dan sarjana teknik terkait seluruh proses pengelasan yang tentunya berbeda sesuai dengan jenis industri dan teknologi yang dimiliki.

Teknik pengelasan akan mencakup pada berbagai industri, seperti industri pesawat terbang, alat berat dan angkutan khusus, perawatan mesin-mesin turbin danĀ rotating equipments, perkapalan, baja konstruksi (steel construction), farmasi, dan perawatan mesin pesawat terbang.

Menurut Manara, industri tersebut banyak menyerap tenaga kerja dan industri terasebut terus berkembang pesat baik dari segi teknologi maupun peralatan.

“Kami berharap dengan kegiatan ini peserta bisa melihat bahwa dunia welding itu dampaknya besar ke sektor industri yang luas sekali,” ungkapnya.

Ia menambahkan industri manufaktur saat ini secara perlahan mulai membaik, seiring dengan para investor yang masuk ke Indonesia. Selain itu, hal yang harus diwaspadai adalah mempersiapkan diri terharap tren baru yang mulai bergeser pada era digitalisasi atau robotik. (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here