DPR Minta PLN Antisipasi Beban Kurs Akibat Pelemahan Rupiah

0
58

Kamis, 26 April 2018

Jakarta (infobisnis.co.id) – Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta PT. Perusahaan Listrik Negara Persero mengantisipasi peningkatan beban biaya operasional dari kebutuhan impor dan kerugian kurs karena nilai rupiah yang terus melemah.

Bambang di Jakarta, Rabu malam, meminta PLN meningkatkan penghematan di tengah terus melonjaknya nilai dolar AS. Jika ada peningkatan beban atau biaya, Bambang meminta PLN tetap mematuhi instruksi pemerintah untuk tidak menaikkan tarif listrik hingga 2019.

“Komisi VII DPR perlu mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT. PLN untuk terus melakukan efisiensi di tengah pelemahan rupiah saat ini, mengingat Pemerintah berjanji bahwa tarif listrik tidak akan mengalami kenaikan hingga 2019,” Bambang dalam jawaban melalui pesan instan seluler.

Sebelumnya Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir mengakui pelemahan rupiah yang terjadi, akan berdampak pada kinerja perseroan. Hal itu karena PLN merupakan korporasi yang banyak melakukan transaksi valas dan memiliki kewajiban valas karena aktif mengimpor bahan baku dan barang modal energi.

Transaksi PLN yang menggunakan mata uang non-rupiah antara lain pembelian batu bara, kontrak dengan pengembang swasta (Independent Power Producer/IPP), sampai pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai sumber energi pembangkit.

DPR juga meminta dan Bank Indonesia untuk segera melakukan stabilisasi kurs rupiah. Pelemahan rupiah atau penguatan Dolar AS harus diantisipasi agar tidak semakin menaikkan harga barang produksi terutama barang impor. Terlebih, permintaan masyarakat akan meningkat karena menjelang Bulan Ramadan.

“Komisi XI DPR harus mendorong Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bank Indonesia untuk berkomitmen dalam menyiapkan langkah-langkah antisipatif agar pergerakan kurs dapat kembali normal serta lebih cermat mengawasi berbagai aspek yang mempengaruhi,” ujarnya.

Rupiah baru pada Selasa (24/4) dan Rabu (25/4) ini menunjukkan penguatan di pasar spot, setelah sepanjang Jumat (21/4) dan Senin (23/4) terdepresiasi hingga menyentuh level paling parah sepanjang tahun di kisaran Rp13.900.

Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pad Rabu mencapai Rp13.888 per dolar AS, sedikit menguat dibandingkan hari sebelumnya Rp13.900 per dolar AS. (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here