Nilai Dollar Terus Merangkak Naik, Berikut Penjelasan BI | Info Bisnis

Nilai Dollar Terus Merangkak Naik, Berikut Penjelasan BI

Thursday, September 12th 2013. | News Update

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar saat ini tengah menjadi hot topik, kejadian ini terjadi sejak saat transaksi mulai Jumat 17 Mei 2013, hingga saat ini pergerakan fluktuasi rupiah sudah mencapai angka Rp 11.750/dolar AS. Adapun faktor utama yang paling mempengaruhi pergerakan mata uang sehingga nilai rupiah begitu menurun adalah dikarenakan tekanan global di mana dolar AS menguat dengan berbagai mata uang dunia.

Kepala Grup Neraca Permbayaran Departemen Statistik Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Doddy Zulverdi, pada hari jumat (17/05/13) tidak hanya rupiah ternyata nilai mata uang negara lian juga melemah terhadap dolar AS.

“Sejak terhitung April dan mei rupiah penurunan nilai tukarnya terhadap kuatnya dolar AS,” katanya saat ditemui di Gedung Bank Indonesia.

Menguatnya nilai dollar terhadap rupiah juga dikarenakan meningkatnya jumlah impor BBM yang dilakukan oleh Pertamina. Impor BBM dengan jumlahnya yang cukup besar sehingga membuat neraca perdagangan defisit dan menekan kebutuhan valuta asing dalam negeri.

Kemudian kebutuhan valas juga semakin meningkat, sedangkat stoknya tidak mencukupi sehingga banyak sekali investor yang menarik investasinya.

“Saat ini investor memang tidak panik, namun persoalannya adalah mereka mulai mengurangi nilai atau jumlah investasinya,” jelasnya.

Harga semakin melambung terutaman disektor impor sehingga menciptakan perdagangan yang tidak berimbang atau negara mulai alami defisit. Dengan melambatnya impor ini membuat pertumbuhan sektor investasi mengalami penurunan.

Dalam kasus ini BI sudah melakukan penongkatan pasokan valuta asing, memang hal yang terjadi adalah sebuah ketidakberimbangan dengan mengalami defisit hingga US$1,4 miliar.

Sebagai langkah unutuk mengatasi lemahnyan nilai rupiah ini pun BI mengambil sebuah tindakan dengan melakukan alih penyediaan sebagian besar kebutuhan valas untuk pembayaran impor minyak dari perbankan domestik.

“Kebijakan yang dilakukan ini mampu membuat depresi rupiah semakin membaik meski perlahan, hal ini juga memberikan kesempatan pada bank domestik untuk meningkatkan simpanan valas yang mereka miliki,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Difi A Johansyah.

Pernyebab utama sehingga bisa terjadi defisit pada transaksi modal dan finansial hal itu lebih dimungkinkan karena terjadinya peningkatan aset valas bank, bukanlah disebabkan oleh arus keluar investasi asing. Dalam kurun waktu yang disebutkan, bahwa nilai pembelian surat-surat berharga berdenominasi rupiah, seperti SUN dan saham, oleh investor asing secara menyeluruh justru alami peningkatan jika dibandingkan triwulan sebelumnya.

  • Share on Tumblr
  •  

About BonNie Syahputra

Entrepreneur - Founder Optima Management (OptimaLearning.Net) Hobi Ngeblog, Travelling, Adventure, & Kuliner

Related For Nilai Dollar Terus Merangkak Naik, Berikut Penjelasan BI